Sering baca komentar-komentar dari orang-orang gak sih di bawah berita-berita di Kompas atau Detik Online? Apalagi kalau berita tentang artis Indonesia, pasti komentarnya bejibun. Gue kadang-kadang suka bacain beberapa komentar terhadap berita-berita artis itu. Suka ketawa sendiri jadinya
Gimana nggak, mereka yang berkomentar itu nulis kayak mereka kenal banget dengan orangnya atau tahu the first thing about the story. Padahal semua komentar mereka itu kebanyakan cuma analisa dari berita-berita yang dimuat media infotainment yang, no offense, kebanyakan berdasar atas asas pencarian sensasi rather than objective press.
Analisa dangkal berdasar secuil fakta tidak jelas seperti itu, saudara-saudara sekalian, adalah dasar dari sifat prasangka atau prejudice. Dan prasangka adalah dasar dari kebencian yang tak berdasar, kemarahan yang tidak beralasan, maupun pertikaian yang tidak bertujuan. Bijak terhadap apa yang kita baca, lihat dan dengar, serta selalu bersikap objektif, mudah-mudahan bisa mencegah kita dari bersikap menghakimi atau opinionated terhadap seseorang atau suatu masalah.
But again, in the end, who am I to judge? ehehe…



emang trend infotainment di Indonesia menurut gue bisa jadi sejarah sikap baru di dunia anthropology
kemaren sempet ada gtu tulisan di kompas yang kurang lebih membahas hal yang sama dengan lo, betapa info2 itu memang sama sekali tidak in-depth, melainkan hanya lari kesana dan lari kesini, tergantung siapa yang bisa kasih sensasi lebih besar..
By: duy on December 17, 2008
at 9:27 am